Rabu, 20 Mei 2015

MENGAJAR ANAK MEMBACA SENDIRI, KENAPA TIDAK?

Begitu kompleksnya masalah (anak), diantaranya adalah saat tiba masa belajar membaca. Kenapa saya sebut sebagai masalah ? Karena beberapa anak mengalami ketegangan saat harus menjalani 'tugasnya' belajar membaca, menulis dan berhitung sebelum memasuki sebuah sekolah dasar. Dilihat dari rasa enggan yang terlihat di wajahnya, sampai keluhan 'sakit perut', bahkan muntah. Dan akhirnya selalu mencari alasan untuk tidak les/sekolah.

Bagi orang tua, tidak ada masalah berarti, karena sudah menyerahkan tugas tersebut pada guru, lembaga bimbingan belajar, ataupun kursus, dan terkadang tidak mempermasalahkan biaya yang harus dikeluarkan.

Setelah bebearpa waktu anak tak kunjung bisa membaca, maka anaklah yang pertama terkena teguran. Dan sedikit orang tua yang menyadari bahwa tegurannya dapat melukai anak, bahkan membekas selama beberapa waktu. Akhirnya terpatri dalam pikiran anak belajar itu menyebalkan hingga menyebabkan semangat belajar anak menurun, bahkan hilang. Apalagi jika anak sudah mengenal game lewat layar gadget, maka belajar dengan cara biasa akan sangat membosankan.

Sebetulnya anak akan bisa membaca dengan sendirinya, tanpa harus memasukkan anak ke sebuah lembaga kursus tertentu, asalkan keluarga di rumah, terutama ibu yang mendampingi anak di rumah, mengerti tahapan anak belajar/mengenal huruf.

Biasanya insting orangtua balita aakan mencarikan aneka mainan yang terkait dengan belajar, seperti buku, majalah, poster maupun mainan peraga lainnya. Berikan jenis mainan tersebut sesuai dengan usia perkembangan anak.

Dapat juga dengan labelisasi, yaitu melabeli benda-benda di rumah dengan kata yang menunjukkan nama benda tersebut, misalnya kulkas diberi tempelan huruf kulkas. Sebaiknya dengan huruf kecil, namun saat anak menemukan huruf besar, jelaskan bahwa itu adalah jenis huruf lain yang sejenis.

Kita juga bisa gunakan kartu, baik yang kita buat sendiri maupun yang sudah tersedia di pasaran.

Setelah itu anak dapat diejarkan bermain merangkai huruf, misalnya bi, ca, du.

Saat mengajak anak belajar membaca, katakan bahwa kita akan mengajaknya bermain huruf.
Jika ia tertarik, akan sangat baik karena ia akan menyerap apa yang akan kita sampaikan. Namun jika ia kelihatan sedang tidak tertarik, jangan memaksanya karena akan membuatnya tidak lagi menyukai belajar. Bahkan beberapa anak trauma saat mendengar kata 'belajar'.

Demikianlah sedikit dari yang bisa sampaikan kali ini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung lewat no ponsel saya 081384629953, karena saya tidak bisa selalu on line. 

Semoga bermanfaat.

Kamis, 12 Maret 2015

Cinta itu untukmu



CERITA TENTANGMU,  CINTA

ALL ABOUT YOU.., yes, you.

Semua berawal dari sebuah rasa, cinta, dua hati menyatu.

Sebab ada cinta, maka aku rela membiarkanmu terus berada di tubuhku.
Kubawa ke mana saja, kubelai kapan saja,
sehingga akhirnya, kau bisa melihat dunia.

Jika saja kau tau beratnya beban hidup sebagai hamba yang akan kau emban, mungkin engkau akan minta tak terlahir di dunia.


Namun ada surga yang telah IA janjikan untukmu, sayang, maka bertahanlah.

Nikmati saja tawa dan airmata yang 'kan kau terima.

Hanya satu tugasmu yang IA titahkan, yaitu menyembahNYA. Mudah, bukan ?

Namun akan ada setan di sisimu, yang tak kan biarkan kau menjadi hamba yang tak berdosa
Maka ia akan selalu mengajakmu untuk durhaka, menjauh dari rahmat dan ridhaNYA

Namun saat engkau pinta petunjuk dariNYA dalam tiap shalatmu

maka DIA akan 'selalu' memberikan, gratis, tanpa pulsa, tanpa quota.

Saat duka melanda, IA telah berikan penghilangnya, yaitu shalat dan sabar

tawakkal dan berserah diri maka IA akan memberikan 'sesuatu' yang indah.

Jika aku tak lagi bisa mendampingimu, kuserahkan penjagaanmu padaNYA

yang telah menciptakanmu, ALLAH azza wa jalla.

Karena cintaNYA, maka engkau ada.

meski tak bisa melihatNYA, engkau bisa merasakan cintaNYA disekelilingmu.
dalam lembutnya awan, sejuknya angin dan hangatnya mentari senja.

cintaku, akulah ibundamu.

Rabu, 04 Maret 2015

Misteri Kelangkaan Beras

 Apakah ini adalah salah satu trik #konspirasi agar beras yang telah  'diproses' dan mungkin ditambahkan zat-zat tertentu ini akhirnya dapat 'dinikmati' oleh masyarakat ? Ada yang tau ?

 (Coba perhatikan lambang BULOG.
Seperti bentuk matahari (dewa matahari / ra), salah satu simbol illuminasi ? Allahu a'lam.)
Dari tahun ke tahun, negri agraris yang katanya penghasil beras ini selalu mengalami 'kelangkaan' beras.
Bahkan seorang wanita tua bernama mak Simpli telah dua puluh tahun menjadi 'pemungut' beras di sebuah pasar. Pekerjaannya mengais beras yang terjatuh dari karung, menyimpannya dalam karung yang selalu dibawanya lalu dibawa pulang untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya.

Dan, ternyata masih banyak jumlah pemungut beras seperti mak Simpli tadi.

Padahal, Indonesia adalah negri yang kaya sumber daya alam. Masih banyak makanan pengganti selain beras, bukan ? Ada singkong, kentang, ubi jalar, talas dll.

Adanya operasi pasar mungkin membantu rakyat kecil agar tetap bisa menikmati nasi, namun yang penting adalah edukasi, bahwa kita harus kreatif menghadapi segala krisis sehingga tidak akan diombang ambingkan oleh konspirasi yang mungkin berniat membuat  _chaos_ negeri ini.

Jumat, 13 Februari 2015

Sewa kostum, habiskan jutaan rupiah, wafat hanya berbungkus kafan putih.

Indonesia, yang katanya 'gemah ripah loh jinawi', memang negara kaya raya dengan kekayaan alam yang melimpah.
Meski demikian, banyak terlihat fakta ironis dimana yang berpunya sibuk foya-foya sedang yang papa menahan lapar dan menggigil kedinginan di bawah jembatan.

Kehidupan yang memuja duniawi telah menyihir masyarakat, baik awam maupun terpelajar untuk mencari dunia dengan segala cara.

Menjadi artis, seniman musik dll sepertinya halal, padahal ( dalam islam ) itu adalah sarana bermaksiat. Mendendangkan lagu yang mengumbar syahwat, dengan pakaian yang menampakkan aurat.

Make up, sewa kostum, gladi resik maupun properti lainnya, bisa menghabiskan uang jutaan, bahkan ratusan juta, untuk bisa tampil memikat.

Padahal, jika popularitas sudah memudar, siapa yang peduli saat tubuh lemah tergolek akibat pola hidup yang jauh dari tuntunan agama ( itupun kalau dia beragama )

Banyaknya uang yang didapat, akan habis dengan cepat, ke pos-pos yang kurang bermanfaat, serta untuk memfasilitasi gaya hidup.

Sementara banyak stasiun tv  ( atas perintah zionist ) berusaha membuat program 'artis-artisan', idola sesaat yang bisa menghabiskan waktu peserta dan keluarganya, penonton dan pendukung acaranya untuk sebuah pencitraan semu.
Mulai dari anak-anak hingga ibu rumahtangga, semua disibukkan agar fokus pada menjadi 'juara'.

Setelah semua porak poranda, barulah kita menyadari bahwa kesuksesan sebenarnya adalah keutuhan rumah tangga, keutuhan keluarga, bukan harta, popularitas dan tahta.

Namun banyak juga artis yang akhirnya mendapatkan kembali hidayahnya, lalu menjadi religius dan menjadi lebih damai hidupnya.

Tulisan ini bukan untuk menghakimi, hanya mengingatkan karena rasa kepedulian sesama rakyat Indonesia, agar  Tuhan tidak menimpakan adzab kepada kita karena kita memviarkan kemaksiatan merajalela berdalih hiburan dan seni.

Kamis, 05 Februari 2015

:: PENDIDIKAN ANAK, TANGGUNG JAWAB SIAPA ... ? ::

Mendidik anak, seperti mengasah sebuah berlian. Dari tidak berbentuk hingga menjadi sebentuk perhiasan yang indah. Dibutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tanpa batas.

Namun kenyataannya adalah pendidikan anak dipikul oleh pihak ibu atau bahkan pengasuh. Jika pengasuh adalah pribadi yang baik dan benar menurut norma agama dan masyarakat maka bisa jadi anak yang diasuhnya akan baik-baik saja, dalam arti tak menjadi beban keluarga dan masyarakat. Jika tidak ?

Seharusnya ayah dan ibu bekerjasama dalam masalah pendidikan anak karena itu adalah tanggung jawab mereka. Jangan sampai jika anak 'salah asuh', orangtua hanya sibuk mencari siapa yang salah.

Dengan demikian, orangtua harus berhati-hati dalam bertutur, bersikap dan berperilaku karena anak akan mengaplikasikan apa yang didapatnya dalam kehidupan kesehariannya menjadi karakter/kepribadiannya.

Seorang ibu seharusnya menjaga, mendidik dan mengawasi anaknya, bukannya malah sibuk dengan sosialita dan dunianya sendiri.
Seharusnya mereka juga memohon lindungan dan bantuan dalam mendidik dan menjaga anak pada sang pemilik, Allah ta'ala.

Dalam islam, kelak akan dipertanyakan kepada seorang ayah dan suami, apa yang telah dilakukannya pada keluarganya. Perilaku istri dan anaknya adalah 'berkat' tuntunan sang ayah.

Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur 'bermasalah' ?

Pada dasarnya, anak bermasalah adalah 'produk' dari perilaku orangtua bermasalah. Orangtua harus mengintrospeksi diri, mengevaluasi 'kurikulum' pendidikan yang telah diterapkan sehari-hari. Jangan melulu menyalahkan, menghukum bahkan melakukan kekerasan pada anak.

Buatlah 'kurikulum' baru yang dilaksanakan oleh seluruh pihak keluarga. Jangan sungkan meminta kerabat, atau tetangga dalam mengawasi perkembangan anak.

Hadapilah dengan bijak permasalahan anak, cari solusi dengan benar sesuai tuntunan agama.


MENCINTAI ITU... ;

• mendengarkan saat ia berbicara
• memandang penuh kasih, di bawah sinar matahari maupun di bawah sinar bulan
• mengerti saat dia melakukan hal yang buat dia menarik
• melindungi harga dirinya, di depan/di belakangnya
• memaafkan bila dia berbuat hal yang kurang wajar
• mau berbagi tanpa harap akan diberi
• melakukan kewajiban sesuai kodrat

Wah, berat juga ya ? .. ( megerutkan kening ) Sepertinya tidak.

Jika tidak bisa sempurna mencintai, jangan berharap mendapatkan cinta yang sempurna...

Minggu, 01 Februari 2015

KETIKA HATI TERPAUT

Sebuah renungan #prewedding untuk seorang ikhwan (lelaki)

Saat hati terpaut pada seseorang, terbetik hasrat untuk memiliki dengan cara halal tentunya.., tapi taukah antum ( anda) ?

Menikah bukanlah mencari kesamaan, namun menyatukan perbedaan, saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Keberadaannya disampingmu bukanlah sebagai pelengkap dirimu. Dia adalah dia sendiri, dengan segala keinginan dan harapannya.

Kau akan mendapati teramat sering dia menangis meski kau bingung mengapa kau menangis. Saat ijab qabul, saat kelahiran anak kalian, saat terlalu sedih ketika ada masalah, ketika kau memarahinya, ia akan menangis. Dan mungkin kau akan diam saja, membiarkannya hingga ia berhenti menangis. Namun saat kau bersedih, ia akan segera merengkuhmu dan ikut menangis bersamamu. 

Ia takkan menangis saat kau bilang tak ada uang. Ia akan berpikir keras agar anak kalian tetap makan.Ia takkan menangis saat harus ikut berjuang mencari nafkah.

Bila engkau memberinya rumah, maka ia akan memberikan kehangatan cinta pada rumahmu.

Saat kau memberinya uang, ia akan memberimu kehidupan.

Ketika engkau memberinya beras maka ia akan mengembalikannya sebagai nasi.

Ketika engkau memberinya ketulusan cinta, maka ia akan mengabdikan dirinya untukmu.

Jika engkau menyakitinya maka kau akan dapatkan airmata sekaligus kebencian.

Jika engkau mengkhianatinya maka ia akan memberimu penderitaan.

Dia berasal dari tulang rusuk karena dia ada untuk dilindungi, bukan dari tulang kepala untuk dijadikan pemimpin,bukan juga dari tulang kaki agar berada di bawah (penindasan) atau dari tulang ekor untuk dijadikan pengikut.

Ketika engkau tergoda, ingatlah bahwa ibumu seorang wanita. Relakah engkau jika ia tersakiti ?

Baik-buruknya perilaku istrimu adalah tergantung darimu. Jika engkau bisa menjadi pemimpin yang baik, maka ia akan baik pula.

Ia sudah 'meninggalkan' rumah orangtuanya untuk hidup bersama orang yang baru dikenalnya. Akankah kau buat ia menangis dan membuatnya bingung harus ke mana saat kau menghardiknya ?

Jika kelak kau dapatkan anak darinya, bersyukurlah.Bersabarlah, maka jangan kau marah saat ia akan menghabiskan seluruh waktu dan pikirannya untuk anakmu, sehingga ia sedikit melupakanmu, tak sempat berhias untukmu, atau berbuat sesuatu yang mengecewakanmu karena ia sedang menjalankan sebuah amanat yang amat berat.

Apa yang kau inginkan terjadi pada anakmu ? Jaga perilaku, maka anakmu akan tumbuh dengan baik. Berikan nafkah halal maka anakmu akan menyelamatkanmu di akhirat kelak.

Pantaskan dirimu agar keluargamu tidak akan menyeretmu kelak ke neraka.

Allahu a'lam.