Apakah ini adalah salah satu trik #konspirasi agar beras yang telah 'diproses' dan mungkin ditambahkan zat-zat tertentu ini akhirnya dapat 'dinikmati' oleh masyarakat ? Ada yang tau ?
(Coba perhatikan lambang BULOG.
Seperti bentuk matahari (dewa matahari / ra), salah satu simbol illuminasi ? Allahu a'lam.)
Dari tahun ke tahun, negri agraris yang katanya penghasil beras ini selalu mengalami 'kelangkaan' beras.
Bahkan seorang wanita tua bernama mak Simpli telah dua puluh tahun menjadi 'pemungut' beras di sebuah pasar. Pekerjaannya mengais beras yang terjatuh dari karung, menyimpannya dalam karung yang selalu dibawanya lalu dibawa pulang untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya.
Dan, ternyata masih banyak jumlah pemungut beras seperti mak Simpli tadi.
Padahal, Indonesia adalah negri yang kaya sumber daya alam. Masih banyak makanan pengganti selain beras, bukan ? Ada singkong, kentang, ubi jalar, talas dll.
Adanya operasi pasar mungkin membantu rakyat kecil agar tetap bisa menikmati nasi, namun yang penting adalah edukasi, bahwa kita harus kreatif menghadapi segala krisis sehingga tidak akan diombang ambingkan oleh konspirasi yang mungkin berniat membuat _chaos_ negeri ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar