Minggu, 25 Oktober 2015

BAHAYA DIBALIK KELEZATAN SEBLAK

Seblak, kerupuk rebus, makanan asal kota Bandung. Biasanya diberi campuran ceker atau tulang ayam sebagai kaldu, dengan bumbu cabe dan lainnya.

Rasanya seperti kwetiaw, pasta gepeng yang direbus lalu diolah seperti mi goreng. Bagi penikmatnya rasanya sungguh lezat, semakin pedas, semakin nikmat.

Belakangan ini seblak tengah naik daun, banyak pengusaha kuliner khusus menjual makanan unik ini. Bahkan dengan kemasan yang cantik, seblak makin dihargai mahal, dan jadi menu baru yang ngetrend.

Namun ternyata dibalik lezatnya seblak, ada bahaya mengintai. Bukan ingin menakut- nakuti, tapi alangkah baiknya kita mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi sekaligus aman dikonsumsi.

Bahan utama seblak adalah kerupuk mentah, yang terbuat dari tepung (biasanya tapioka), dengan tambahan bumbu, dan tak lupa vetsin, atau penyedap rasa. Tidak banyak yang tahu, dalam proses pengolahan kerupuk, ada oknum yang menambahkan lilin saat menggorengnya, agar kerupuk tampil mengkilat, sehingga konsumen tertarik.

Efek langsung dari penggunaan zat aditif berbahaya ini adalah sariawan di mulut.

Efek panjang mengonsumsi plastik akan menyebabkan kanker dalam tubuh karena mengandung karsinogenik. Juga memicu kerusakan otak dan sistem syaraf manusia.

Bahan Styrine dan polystyrene yang menjadi bahan pembuat tempat makan dan minum jika bersentuhan dengan makanan yang sedang dikonsumsi akan menyebabkan kerusakan otak dan sistem syaraf pusat.

Plastik juga mampu merusak sistem hormon karena mengandung Polycarbonate. Bahan ini akan mengeluarkan bahan utamanya yakni Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman. Di sinilah kemudian terjadi kerusakan hormon. 
Parahnya, plastik dalam makanan dapat merusak garis keturunan.
Bisa menyebabkan mutasi genetik juga karena kelainan di akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Sebagai konsumen bijak, kita harus meminimalisir penggunaan plastik secara berulang-ulang. Styrofoam ( pembungkus makanan berwarna putih ) tidak boleh digunakan untuk kemasan makanan panas. Begitu juga dengan bungkus nasi kertas yang sebagian dilapisi plastik.

Sekarang ini, kasus penyakit hati dan gagal ginjal menimpa anak dan usia produktif, dduga disebabkan kandungan zat berbahaya pada makanan.

Dari sejumlah kajian ilmiah, plastik memiliki sifat tidak larut, tidak dapat dieksresikan melalui tinja dan urin serta menumpuk/tidak larut. Plastik mengandung bahan kimia berbahaya seperti dioksin, furan, bisphenol A, styren, antimoni, trioksida dan beberapa bahan pelembut.
Di alam bebas, plastik baru akan hancur setelah seratus tahun. Bagaimana jika mengendap di organ tubuh kita ?

Belum lagi pewarna yang digunakan belum tentu pewarna makanan.

Jika kerupuknya sudah berbahaya, ditambah lagi penyedap yang ditambahkan saat pengolahan, maka akan membahayakan tubuh dalam jangka waktu lama.

Sebetulnya tidak hanya khusus seblak, sangat banyak jajanan anak maupun dewasa yang berakibat buruk bagi kesehatan.

Seorang dokter pernah mengatakan lebih baik anak makan nasi dengan garam atau kecap daripada ia makan semangkuk mi instan yang sudah kita ketahui mengandung pengawet dan zat aditif lainnya.

Sebaiknya jangan terbiasa menyantap menu pinggir jalan, apalagi untuk anak-anak.

Maraknya berita dan acara kuliner di media, juga dunia maya, membentuk opini masyarakat jadi penikmat makanan cepat saji adalah wajar, tanpa mempertimbangkan manfaat nutrisi dan akibat bagi kesehatan.

Cobalah untuk menyajikan hidangan rumah yang bahan dan pengolahannya kita yakini higienis.

Jangan sampai organ-organ tubuh akhirnya terganggu akibat paparan racun dari makanan kita sehari-hari.

Kesehatan adalah anugerah dari yang maha Kuasa, mari kita jaga.


Jumat, 23 Oktober 2015

MUALLAF TAHU, ISLAM ITU SEMPURNA. SAYANG BANYAK MUSLIM YANG BELUM TAHU.

PANTAS SAJA JOKOWI MINTA KOLOM AGAMA DIHAPUS

(Forward dr grup sebelah, smoga manfaat...)

Se-Islami apakah Indonesia ?

"Renungan untuk yang selalu menganggap dirinya sebagai Muslim."

SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang. Kepada Renan, filsuf Perancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya. 

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur Tengah mengatakan (kira-kira begini katanya), “Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran. Tapi tolong tunjukan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam”. 

Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan. Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW. 

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai islamic city index mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut. 

Hasilnya ? 

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami. 

Indonesia ? Harus puas di urutan ke 140. Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di rangking 100-200. 

Apa itu islam ? 

Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami? 

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi. 

Misalnya hadis yang menjelaskan bahwa “Seorang Muslim adalah orang yang di sekitarnya selamat dari tangan dan lisannya” itu indikator. 

Atau hadits yang berbunyi, “Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat”. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... Hormati tamu ... Bicara yang baik atau diam”. 

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator di atas tak heran ketika Muhamamd Abduh melawat ke Perancis akhirnya dia berkomentar, “Saya tidak melihat Muslim di sini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam”. 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5. 
Beliau heran melihat penduduk di sana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya. 
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya, “mengapa harus dikunci ?” 

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis. Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah. 

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.

Padahal jelas-jelas kata “iman” sama akar katanya dengan aman. 

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman. 

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman. 
Tetapi kita merasa tidak aman di tengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyeberang saat lampu penyebrangan masih merah. “Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya. Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda”. 

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak-bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm. Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si Bapak tersebut malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib. 

Mengapa kontradiksi ini terjadi ? 

Syaikh Basuni ulama Kalimantan pernah berkirim surat kepada Muhamamd Rashid Ridha ulama terkemuka dari Mesir. Suratnya berisi pertanyaan: “Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?”, mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju? 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu. Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 
Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran iqra (membaca) dan cinta ilmu. Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke- 111 dalam hal tradisi membaca. 
Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori low trust society yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga. 
Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama’ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama,,,, unfortunately not ! ,,,,

ISLAM KTP, NGGA MAU LAH...!?

KEKUATAN DAHSYAT YANG TAK TERLIHAT

Banyak manusia terbentur masalah, terpuruk lalu terjerumus kepada syirik, kemudian mendatangi 'orang pintar'. Na'udzubillah. Si orang pintarnya bukan lulusan S3, apalagi sepandai Albert Einstein (yang digossipkan islam pada akhir hayatnya).

Si orang pintar hanyalah seorang  yang kebetulan kharismatik, bicaranya mengandung sugesti yang bisa membuat korbannya mengangguk angguk. Tinggal di tempat yang kumuh, dengan sebuah kamar yang dikosongkan untuk ritualnya dengan iblis.

Lalu terjadilah pertemanan dan kerjasama dengan makhluk durhaka  itu.

Sepertinya masalah selesai, padahal iblis tak akan begitu saja melepas jeratnya. Sekali terjerat, si orang tersebut akan terus bersekutu dengan jin lewat perantara dukun yang bahasa populernya guru spiritual, paranormal, atau ahli metafisika.


Apapun syaratnya, meskipun harus membunuh seseorang, memperkosa anak kandung, atau 'hanya' memelihara keris yang diyakini ada isinya. Yang penting maksud hati tercapai.

Banyak kisah tentang pesugihan, tumbal dan aneka perniknya yang belum bisa dibuktikan kebenarannya namun sudah banyak korbannya.

Salah satu kerabat saya pernah mati suri yang ternyata ia tertolak dari dunia jin karena tak sengaja mengucapkan istighfar. Sebelumnya beliau meninggal tanpa sebab yang jelas setelah beberapa waktu menikah dengan seseorang di desanya. Dikabarkan bahwa ayah dari suaminya adalah pelaku pesugihan di desanya. Ketika dalam keadaan mati, ia terdampar di alam jin, menjadi pembantu di situ. Ia melihat beberapa warga desa lainnya yang mungkin tersesat di situ, menjadi pesuruh para jin. Saat sedang memasak untuk keluarga jin tersebut, dilihatnya di periuk yang dimasaknya adalah ulat-ulat kecil berupa belatung, maka tak sadar ia beristighfar, lalu terlemparlah ia ke alam manusia dan 'hidup' kembali sehingga bisa menceritakan pengalamannya.

Kisah lainnya penulis alami saat berada di masjid, bertemu dengan dua orang ibu yang tampak bingung mencari alamat perukyah untuk ibunya yang sudah renta. Ibu mereka sering mengatakan ada ulat di lubang hidungnya dan tampak seolah selalu membersihkan ulat-ulat yang keluar dari lubang hidungnya tersebut. Entah itu adalah hasil kerja jin kafir yang mengganggu, atau Allah sedang mengujinya, allahu a'lam. Penulis menyarankan agar selalu diperdengarkan bacaan qur'an di rumah mereka.

Diantara yang berhasil dibohongi, banyak yang gagal, menjadi gila, dipenjara atau menjadi korban dukun yang cabul. Na'udzubillah.

Hadduhhh, sungguh makhluk berakal yang kehabisan akal.

Tidakkah kita menyadari, bahwa Allah subhana wa ta'ala sudah memberi kita kekuatan yang sungguh hebat, yaitu do'a.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai

penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 
(Al-Baqarah [2] : 153)

Rasululllah jika ditimpa masalah yang sulit juga selalu memohon pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat , sebagaimana diriwayatkan dari Huzaifah ra , ia berkata: “Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan maka beliau selalu mengerjakan shalat” 
(Ahmad, Abu Dawud-Durul Mantsur).

Apapun masalah kita, maupun agar kehidupan kita sukses, bisa melalui sabar dan shalat.

Sabar, tidak mengumbar masalah pada manusia yang belum tentu bisa menolong, bahkan mengejek dan gembira dengan masalah yang menimpa kita. Apalagi mengunggahnya ke dunia maya.

Sabar, menyadari bahwa semua musibah adalah akibat ulah perbuatan tangan kita sendiri. Dan ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita menjadi lebih baik lagi.

Shalat. Shalat tidaklah sempurna jika kita tidak melaksanakan dengan ilmu. Koreksi cara shalat kita, sudahkah sesuai dengan yang disunnahkan ( dicontohkan ) rasulullah saw.

Sujudlah dengan penuh rasa butuh dan harap pada sang pencipta, penguasa dan pemelihara alam, Allah azza wa jalla.

Itulah senjata sejati tak berwujud namun dahsyat.
Jika sudah berdo'a, jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena setiap do'a akan dikabulkan, meski dalam bentuk lain yang kita tidak pahami secara logika.
Misalnya kita minta diberikan pasangan yang terbaik, lalu kita melamar seseorang yang sangat menarik hati, namun kelurganya menolak. Bisa jadi lamaran ditolak oleh keluarganya adalah kehendak Allah agar kita mendapatkan yang lebih baik dari dia.

Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian/takdir Allah. 
Perbanyaklah do'a agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Allahu a'lam.

Selasa, 20 Oktober 2015

KARMA AKIBAT BERZINA (SEBUAH KISAH NYATA)

BERZINA SEPERTI BERHUTANG, AKAN TIBA WAKTUNYA HARUS DIBAYAR, SUKA ATAU TIDAK, MAU ATAU TIDAK.

Sebuah kisah nyata, atas keinginan si pelaku untuk disebarkan agar menjadi pelajaran bagi yang lain.

Isi penting cerita itu ada satu hal, al-jaza’ min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai dengan perbuatan.

Seperti firman Allah subhana wata'ala dalam al qur'an :
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan sebesar zarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya Q.S. Al Zalzalah 7-8.

(Dia meminta agar pihak koran tidak menyebutkan namanya. Dia hanya ingin agar orang-orang mengetahui kisahnya.)

Dia mengisahkan, “Ketika sedang di kampus dengan teman-teman, aku punya banyak hubungan dengan gadis-gadis. Aku berzina dengan seorang gadis hingga gadis itu hamil. Ketika pihak keluarganya mengetahui hal ini, gadis tersebut menceritakan kepada kakaknya, maka diapun menghajarku.

Aku berkata kepadanya, “Aku tidak mengenal adikmu. Carilah orang lain yang menghamilinya!”

Aku kemudian meninggalkannya, dan pergi. Karena memang tidak memiliki bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka meninggalkanku.

Akupun melupakan kejadian ini. Bertahun-tahun berlalu hingga pada suatu hari, aku pulang ke rumah dan menemukan ibuku pingsan di lantai. Aku mencoba untuk menyadarkannya. Setiap kali tersadar, ibu berteriak dan pingsan lagi. Aku menyadarkannya untuk kedua kalinya, tapi lagi-lagi ia berteriak dan pingsan. Aku mencoba untuk menyadarkannya tiga kali sampai aku berkata, “Wahai ibu, apa yang terjadi?”

Ibu berteriak dan berkata, adik (perempuan)mu dihamili tetangga.” Jawab ibu.

Aku pun langsung menemui tetanggaku, dan mulai menyerangnya sampai dia berkata kepadaku dengan kata-kata yang seolah seperti anak panah yang menghunjam hatiku.

Dia mengatakan, “Aku tidak mengenal adikmu. Coba tanyakan padanya siapa orang lain yang menghamilinya!”

Subhanallah! Hal yang sama seperti yang kuucapkan kepada keluarga gadis di kampus bertahun-tahun yang lalu.

Balasan tergantung pada amal perbuatannya. Demikianlah.

Apakah kisah ini selesai? Belum.
Aku mengalami depresi yang berat setelahnya.

Kemudian setelah berlalu beberapa tahun, aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan akad nikah, kami siap untuk pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan, aku mendapatkan kejutan. Calon istriku mengatakan bahwa ia pernah melakukan perbuatan zina sebelumnya. Dia berkata kepadaku, “Tolong tutupi keburukanku, semoga Allah juga menutupi keburukanmu.”

Lalu aku berkata kepada diriku sendiri, “Sudah cukup ya Allah! Cukup! Cukup! Aku sudah menjalani cukup hukuman!”Aku menghela nafas –mencoba menelan cobaan ini.

Kemudian aku menghabiskan banyak waktu dengan istriku hingga dia melahirkan seorang bayi perempuan yang bagaikan rembulan.

Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar dengan menangis. Apa yang telah terjadi?
Ternyata, si penjaga rumah telah memperkosanya.

Tidak ada perubahan, atau kekuatan kecuali atas kehendak Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.

Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu, dan Alalh sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Saudara-saudariku tercinta..., jangan katakan bahwa ini sering terjadi pada orang yang tidak taat. Jangan!

Teman gadis di kampus yang berzina dengannya di awal cerita memiliki seorang saudara yang sedih ketika tahu saudarinya dizinai. Lalu Allah memberikannya hukuman kepada saudari si pemuda, ya!

Lalu dia akan mempunyai seorang suami, yang kemudian Allah uji melalui istrinya yang ternyata sudah tidak suci lagi.

Gadis itu juga mempunyai seorang ayah yang hatinya hancur karenanya, sehingga Allah mengujinya melalui putrinya yang dinodai pula.

Balasan tergantung dari amal perbuatannya. Jadi dia harus menanggung beban hukuman atas perbuatannya yang ikut menimpa keluarganya.

Dan untuk orang-orang yang tidak bersalah dalam kisah ini, maka ini menjadi cobaan bagi mereka.
Allah ingin mengangkat derajat mereka, dan menghapus dosa-dosa mereka karenanya.

Saudara-saudariku, Allah cemburu untuk para wanita _yang dinodai kehormatannya_.

Mahasuci Dia! Dan Dia akan membalaskan dendam untuk mereka. Maka, berhati-hatilah!

Kisah ini selesai sampai di sini.

Ya Allah, alangkah beratnya balasan bagi pelaku zina.

Satu saat Asy Syafi’i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya?
Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya rona delima.“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”

Ia ditanya lagi: "Dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu?"
(Hukuman bagi pezina dalam islam adalah cambuk bagi yang belum menikah, dan rajam hingga mati bagi yang sudah menikah)

Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

Allah berfirman pula, “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

(Hukuman dilakukan di tempat terbuka, dan disaksikan oleh orang beriman)

Bukankah untuk pelaksanaan hukuman pada para pembunuh, si murtad, dan pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

Janggut Asy-Syafi’i telah basah, bahunya terguncang-guncang.“Agar ia menjadi pelajaran…”Ia terisak…“Agar menjadi pelajaran…”Ia tersedu…“Agar menjadi pelajaran…”Ia terisak…Lalu ia bangkit dari duduknya, matanya kembali menyala, “Karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang. Hutang, sungguh hutang… dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”

Ya, hindarilah segala yang tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, hutang, hutang.
Jika engkau berhutang, maka ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu.

Jika mata sudah memandang, maka hati akan merasa, jiwa akan berhasrat, tubuh akan melakukan. Maka, tundukkan pandangan, maka engkau akan selamat dari hal-hal yang mendekatkan diri pada zina.

Zina mata adalah melihat, zina hati adalah berhasrat dan menginginkan, zina badan adalah melakukan.

Allah azza wa jalla melarang kita mendekati zina, bagaimana halnya kemurkaan-Nya jika kita melakukan ?

Barangsiapa berzina, maka akan ada yang dizinai, meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah hal ini jika engkau termasuk orang yang berakal.

Semoga bermanfaat.

La tansana min shalihi dua’ikumakhukum fillah, Ibnu Abdil Bari , copas dari whatsapp

Edit by +Mata hari

SUAMI DI SURGA

JIKA SUAMI LEBIH DARI SATU, YANG MANA YANG DIPERTEMUKAN KELAK DI SURGA ?

6 Keadaan Wanita di Surga

Keadaan wanita di dunia ada enam:
1. Meninggal sebelum menikah.
2. Ditalak suami pertama, dan tidak menikah lagi sampai meninggal.
3. Menikah dengan lelaki yang bukan ahli surga. Misalnya, suaminya murtad atau melakukan kesyirikan.
4. Meninggal lebih dahulu sebelum suaminya.
5. Ditinggal mati suaminya, dan tidak menikah lagi sampai meninggal.
6. Ditalak atau ditinggal mati suaminya, kemudian menikah dengan lelaki lain.

Untuk wanita jenis pertama, kedua, dan ketiga, dia akan dinikahkan dengan seorang lelaki yang menjadi penghuni surga. Dia memiliki sifat yang sempurna, sebagaimana penghuni surga lainnya. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ما في الجنة أعزب

“Di surga, tidak ada orang yang tidak menikah.” (H.R. Ahmad dan Muslim)

Untuk wanita jenis keempat dan kelima, dia akan dinikahkan dengan suaminya di dunia.

Adapun wanita yang keenam akan dinikahkan dengan suami yang terakhir. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها

“Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (H.R. Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Disadur dari risalah Ahwalun Nisa’ fil Jannah, karya Sulaiman bin Shaleh al-Khurasyi. Sumber asli ada di alamat link ini.

📝Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

ISRAEL TAK PERNAH PUTUS ASA

Inilah Kebohongan Terbesar Israel yang Akhirnya Terbongkar

OLEH ARIS FOURTOFOUR

Israel adalah negara yang memiliki kekuasaan yang sangat besar dan terkenal dengan kekejamannya, selain itu ada 10 kebohongan terbesar Israel yang berhasil di bongkar oleh media. Kebohongan tersebut telah dibongkar oleh Michel Collon. Jurnalis asal Belgia ini juga telah membukukan kebohongan-kebohongan Israel secara rinci dan lengkap kedalam sebuah buku yang berjudul ‘Israel, let's talk about It’.


Inilah 10 Kebohongan Terbesar Israel di Mata Dunia

Tidak banyak yang tahu selama ini bahwa Israel telah melakukan kebohongan yang sangat besar. Kebohongan tersebut sengaja disiarkan oleh media barat yang mendukung akan kedudukan Israel atas Palestina. Berikut sepuluh kebohongan besar Israel:

1. Israel telah memberitakan bahwa negara Yahudi merupakan negara yang dibentuk atas reaksi pembunuhan massal ketika perang dunia II terjadi. Namun menurut Collon kenyataannya adalah negara Yahudi telah dibentuk sebelum perang dunia II terjadi yaitu pada tahun 1897 saat kongres zionis I di Basal negara ini telah dimunculkan.

2. Kaum yahudi mengaku telah diusir pada tahun 70 M sehingga mereka membutuhkan untuk kembali ke tanah leluhurnya. Namun menurut Shlomo Sand, seorang ahli sejarah dari Yahudi menyatakan bahwa pernyataan kaum Yahudi tersebut tidak mengandung nilai eksodus sehingga kata ‘kembali’ dari pernyataan tersebut merupakan kebohongan belaka.

3. 10 kebohongan besar dan kekejaman Israel selanjutnya adalah bangsa ini menyatakan bahwa wilayah Palestina tidak berpenghuni pada saat didudukinya. Namun faktanya pada abad ke-19 Palestina telah mampu mengekspor hasil pertaniannya ke berbagai negara salah satunya adalah Perancis.

4. Israel mengabarkan bahwa penduduk Palestina dengan suka rela melepaskan dan meninggalkan negaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Namun kenyataannya penduduk Palestina meninggalkan negaranya karena adanya paksaan dan siksaan. Hal ini diungkapkan oleh pengamat sejarah yaitu Illan Pappe dan Benny Morris. 

5. Israel menyatakan kepada dunia bahwa satu-satunya negara demokratis di wilayah timur tengah adalah negara Israel. Namun kenyataannya Israel adalah negara yang tidak memiliki hukum wilayah yang jelas sehingga senantiasa memperluas wilayahnya dengan merebut wilayah negara lain secara paksa. Hukum yang berlaku dinegara ini hanya berpihak pada kaum Yahudi dan zionis.

6. Israel selalu menyatakan bahwa Amerika Serikat selalu memberikan dukungan penuh kepada Israel bertujuan untuk menegakkan demokrasi dinegara ini. Namun kenyataannya Amerika Serikat memberikan dukungan kepada Israel dengan mengucurkan dana sebesar 3 milyar dollar pertahun bertujuan untuk melancarkan aliran minyak dari timur tengah dan mendukung Israel untuk menduduki wilayah negara tetangganya. Ini adalah salah satu 10 penipuan terbesar Israel.

7. Adanya perundingan yang diprakarsai oleh Amerika Serikat untuk mendamaikan Israel dan Pelestina ternyata hanyalah pura-pura saja. Hal ini dapat dibuktikan dari pernyataan yang telah dilontarkan oleh Javier Solana yaitu mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa yang dengan jelas menyatakan bahwa Israel merupakan anggota ke-21 Uni Eropa dan menolak keberadaan Palestina. Pihak Eropa juga telah menyetujui dan mendukung serangan Israel ke Gaza Palestina. 

8. Israel telah menggunakan istilah anti-semit untuk kebohongannya. Para pengkritik negara ini dianggap sebagai anti-semit padahal mereka hanya mengkritik dan menyoroti rezim rasis dan diskriminatif.

9. Israel telah menyebarkan isu tentang adanya terorisme sehingga dapat memojokkan Palestina. Namun faktanya gerakan terorisme yang telah disebarkan itu tidaklah benar, gerakan tersebut adalah aksi perjuangan hamas untuk mengusir penjajah dan bantuan kemanusiaan. 

10. Israel telah memberitakan bahwa masalah yang terjadi antara Israel dan Palestina tidak akan selesai jika negara lain membenci dan tidak mendukungnya. Kenyataannya masalah ini dapat terselesaikan dengan menekan negara-negara yang mendukung Israel dan menekan publik untuk memberitakan kenyataan kejadian di Palestina.

Itulah 10 kebohongan terbesar Israel yang telah dibongkar dan diungkapkan lewat sebuah buku karya jurnalis asal Belgia.

Copyright © 2014 : Kumpulan Misteri - All Rights Reserved
Template by Kang Mousir - Proudly powered by Blogger


Senin, 19 Oktober 2015

SAKITNYA HATI ANAK SAAT ORANGTUA MARAH MELIHAT RAPORTNYA JELEK

RAPORT...? GA PENTING....!!

Saat anak saya memberitahukan ada undangan untuk mengambil raportnya, saya berkata : "Isi raport tidak menjamin manusia masuk surga. Rajin shalat lebih baik supaya raportnya bagus di akhirat."

Bukannya ingin mematahkan semangat anak untuk rajin belajar, tapi saya ingin menekankan pada anak saya bahwa nilai raport di sekolah tidak selalu bermanfaat bagi pemiliknya, tapi akan lebih baik jika catatan amal kita bagus, padat berisi kebaikan sehingga kita selamat kelak di akhirat.

Lagipula, banyak sekali hal-hal yang 'terpaksa' dipelajari anak tidak digunakan kelak dalam kehidupannya.

Tugas kita sebagai orangtua untuk membekali anak agar siap menghadapi tantangan dunia akhirat.
Bukankah apa yang telah kita berikan pada anak akan dipertanggungjawabkan di akhirat? Setiap detik, setiap kata, setiap hal...?

Bagaimanapun, terimakasih pada para guru yang telah bersusah payah mengisi raport....😊

Hidup di dunia tidak lama, maka baguskanlah raport akhirat kita.

Simak tulisan berikut.

GENERASI SALAH "PESAN".....

Ayah bunda yang mulia, biasanya sebelum berangkat ke sekolah, kita sering "BERPESAN" kpd anak-anak kita,

"Nak, belajar yang rajin yah agar kamu pintar." Selanjutnya, dengan pesan tersebut, kita selaku orang tua pun sangat senang jika anak-anak kita mendapatkan nilai tinggi dan kecewa bhkan sedih jika anak-anak kita mendapatkan nilai yang rendah.

Ayah bunda yang mulia, sadarkah kita, jika ternyata selama ini, dengan pesan seperti itu kita hanya melahirkan generasi-generasi pintar yang tidak berkarakter dan tidak berakhlak. Karena, memang yg kita harapkan melalui pesan itu, hanya sebatas pintar dgn isyarat nilai, juara kelas, dan lulus ujian.

Maka tidak heran jika anak kita pintar tapi suka membantah orang tua. Pintar tapi masih suka ngomong kasar. Pintar tapi sombong dan angkuh. Pintar tapi malas sholat. Pintar tapi suka melawan guru, dan segudang tapi tapi lainnya. Mengapa? ternyata "pesan" kita kurang tepat.

Perhatikanlah pesan orang tua salafus shalih kita kepada anak-anak mereka sebelum mereka pergi menuntut ilmu dibawah ini:

Ibunda Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berpesan kepada Sufyan Ats-Tsauri, beliau berkata, wahai anakku, ambillah 10 dirham ini, pelajarilah 10 hadits. Jika dengan mempelajarinya dapat merubah cara berjalan dan bicaramu kepada manusia, maka datanglah lagi kepadanya. Namun jika tidak, maka tinggalkanlah. Karena aku takut dgn ilmu itu akan menjadi malapetaka bagimu diakhirat kelak.

Ibunda Imam Malik Rahimahullah berpesan kepada Imam Malik ketika Imam Malik meminta izin kepadanya utk menuntut ilmu, ibunya berkata, "kemarilah, pakailah baju ilmu, beliau memakaikan baju berkancing, peci dan sorban kepada Imam Malik seraya berkata berangkatlah, dan pergilah ke Rabi'ah, pelajarilah akhlaknya ( guru ) sebelum ilmunya".

Subhanallaah, betapa besar perhatian org tua para shalafus shalih kita terhadap pentingnya akhlak anak-anak mereka. Bukan sebatas pintar namun tidak berakhlak. Lihatlah, betapa akhlak adalah sesuatu yg sangat penting utk senantiasa dipesankan dan diingatkan kepada anak-anak kita sebelum mereka berangkat menuntut ilmu.

Mudah-mudahan kita mampu mentauladani orang tua para shalafus shalih dlm mendidik anak-anak kita menjadi generasi-generasi emas ummat ini, dengan senantiasa memperhatikan perkembangan ilmu dan akhlak mereka. -Amin

Wallahu Ta'alaa A'lam..

Akhukum fillaah,
Abu Azka Muhammad Mahfuzh