Kamis, 05 Februari 2015

:: PENDIDIKAN ANAK, TANGGUNG JAWAB SIAPA ... ? ::

Mendidik anak, seperti mengasah sebuah berlian. Dari tidak berbentuk hingga menjadi sebentuk perhiasan yang indah. Dibutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tanpa batas.

Namun kenyataannya adalah pendidikan anak dipikul oleh pihak ibu atau bahkan pengasuh. Jika pengasuh adalah pribadi yang baik dan benar menurut norma agama dan masyarakat maka bisa jadi anak yang diasuhnya akan baik-baik saja, dalam arti tak menjadi beban keluarga dan masyarakat. Jika tidak ?

Seharusnya ayah dan ibu bekerjasama dalam masalah pendidikan anak karena itu adalah tanggung jawab mereka. Jangan sampai jika anak 'salah asuh', orangtua hanya sibuk mencari siapa yang salah.

Dengan demikian, orangtua harus berhati-hati dalam bertutur, bersikap dan berperilaku karena anak akan mengaplikasikan apa yang didapatnya dalam kehidupan kesehariannya menjadi karakter/kepribadiannya.

Seorang ibu seharusnya menjaga, mendidik dan mengawasi anaknya, bukannya malah sibuk dengan sosialita dan dunianya sendiri.
Seharusnya mereka juga memohon lindungan dan bantuan dalam mendidik dan menjaga anak pada sang pemilik, Allah ta'ala.

Dalam islam, kelak akan dipertanyakan kepada seorang ayah dan suami, apa yang telah dilakukannya pada keluarganya. Perilaku istri dan anaknya adalah 'berkat' tuntunan sang ayah.

Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur 'bermasalah' ?

Pada dasarnya, anak bermasalah adalah 'produk' dari perilaku orangtua bermasalah. Orangtua harus mengintrospeksi diri, mengevaluasi 'kurikulum' pendidikan yang telah diterapkan sehari-hari. Jangan melulu menyalahkan, menghukum bahkan melakukan kekerasan pada anak.

Buatlah 'kurikulum' baru yang dilaksanakan oleh seluruh pihak keluarga. Jangan sungkan meminta kerabat, atau tetangga dalam mengawasi perkembangan anak.

Hadapilah dengan bijak permasalahan anak, cari solusi dengan benar sesuai tuntunan agama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar