Kamis, 12 Maret 2015
Cinta itu untukmu
CERITA TENTANGMU, CINTA
ALL ABOUT YOU.., yes, you.
Semua berawal dari sebuah rasa, cinta, dua hati menyatu.
Sebab ada cinta, maka aku rela membiarkanmu terus berada di tubuhku.
Kubawa ke mana saja, kubelai kapan saja,
sehingga akhirnya, kau bisa melihat dunia.
Jika saja kau tau beratnya beban hidup sebagai hamba yang akan kau emban, mungkin engkau akan minta tak terlahir di dunia.
Namun ada surga yang telah IA janjikan untukmu, sayang, maka bertahanlah.
Nikmati saja tawa dan airmata yang 'kan kau terima.
Hanya satu tugasmu yang IA titahkan, yaitu menyembahNYA. Mudah, bukan ?
Namun akan ada setan di sisimu, yang tak kan biarkan kau menjadi hamba yang tak berdosa
Maka ia akan selalu mengajakmu untuk durhaka, menjauh dari rahmat dan ridhaNYA
Namun saat engkau pinta petunjuk dariNYA dalam tiap shalatmu
maka DIA akan 'selalu' memberikan, gratis, tanpa pulsa, tanpa quota.
Saat duka melanda, IA telah berikan penghilangnya, yaitu shalat dan sabar
tawakkal dan berserah diri maka IA akan memberikan 'sesuatu' yang indah.
Jika aku tak lagi bisa mendampingimu, kuserahkan penjagaanmu padaNYA
yang telah menciptakanmu, ALLAH azza wa jalla.
Karena cintaNYA, maka engkau ada.
meski tak bisa melihatNYA, engkau bisa merasakan cintaNYA disekelilingmu.
dalam lembutnya awan, sejuknya angin dan hangatnya mentari senja.
cintaku, akulah ibundamu.
Label:
anakshalih,
cinta,
cintaibu,
inspirasi
Rabu, 04 Maret 2015
Misteri Kelangkaan Beras
Apakah ini adalah salah satu trik #konspirasi agar beras yang telah 'diproses' dan mungkin ditambahkan zat-zat tertentu ini akhirnya dapat 'dinikmati' oleh masyarakat ? Ada yang tau ?
(Coba perhatikan lambang BULOG.
Seperti bentuk matahari (dewa matahari / ra), salah satu simbol illuminasi ? Allahu a'lam.)
Dari tahun ke tahun, negri agraris yang katanya penghasil beras ini selalu mengalami 'kelangkaan' beras.
Bahkan seorang wanita tua bernama mak Simpli telah dua puluh tahun menjadi 'pemungut' beras di sebuah pasar. Pekerjaannya mengais beras yang terjatuh dari karung, menyimpannya dalam karung yang selalu dibawanya lalu dibawa pulang untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya.
Dan, ternyata masih banyak jumlah pemungut beras seperti mak Simpli tadi.
Padahal, Indonesia adalah negri yang kaya sumber daya alam. Masih banyak makanan pengganti selain beras, bukan ? Ada singkong, kentang, ubi jalar, talas dll.
Adanya operasi pasar mungkin membantu rakyat kecil agar tetap bisa menikmati nasi, namun yang penting adalah edukasi, bahwa kita harus kreatif menghadapi segala krisis sehingga tidak akan diombang ambingkan oleh konspirasi yang mungkin berniat membuat _chaos_ negeri ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


