Begitu kompleksnya masalah (anak), diantaranya adalah saat tiba masa belajar membaca. Kenapa saya sebut sebagai masalah ? Karena beberapa anak mengalami ketegangan saat harus menjalani 'tugasnya' belajar membaca, menulis dan berhitung sebelum memasuki sebuah sekolah dasar. Dilihat dari rasa enggan yang terlihat di wajahnya, sampai keluhan 'sakit perut', bahkan muntah. Dan akhirnya selalu mencari alasan untuk tidak les/sekolah.
Bagi orang tua, tidak ada masalah berarti, karena sudah menyerahkan tugas tersebut pada guru, lembaga bimbingan belajar, ataupun kursus, dan terkadang tidak mempermasalahkan biaya yang harus dikeluarkan.
Setelah bebearpa waktu anak tak kunjung bisa membaca, maka anaklah yang pertama terkena teguran. Dan sedikit orang tua yang menyadari bahwa tegurannya dapat melukai anak, bahkan membekas selama beberapa waktu. Akhirnya terpatri dalam pikiran anak belajar itu menyebalkan hingga menyebabkan semangat belajar anak menurun, bahkan hilang. Apalagi jika anak sudah mengenal game lewat layar gadget, maka belajar dengan cara biasa akan sangat membosankan.
Sebetulnya anak akan bisa membaca dengan sendirinya, tanpa harus memasukkan anak ke sebuah lembaga kursus tertentu, asalkan keluarga di rumah, terutama ibu yang mendampingi anak di rumah, mengerti tahapan anak belajar/mengenal huruf.
Biasanya insting orangtua balita aakan mencarikan aneka mainan yang terkait dengan belajar, seperti buku, majalah, poster maupun mainan peraga lainnya. Berikan jenis mainan tersebut sesuai dengan usia perkembangan anak.
Dapat juga dengan labelisasi, yaitu melabeli benda-benda di rumah dengan kata yang menunjukkan nama benda tersebut, misalnya kulkas diberi tempelan huruf kulkas. Sebaiknya dengan huruf kecil, namun saat anak menemukan huruf besar, jelaskan bahwa itu adalah jenis huruf lain yang sejenis.
Kita juga bisa gunakan kartu, baik yang kita buat sendiri maupun yang sudah tersedia di pasaran.
Setelah itu anak dapat diejarkan bermain merangkai huruf, misalnya bi, ca, du.
Saat mengajak anak belajar membaca, katakan bahwa kita akan mengajaknya bermain huruf.
Jika ia tertarik, akan sangat baik karena ia akan menyerap apa yang akan kita sampaikan. Namun jika ia kelihatan sedang tidak tertarik, jangan memaksanya karena akan membuatnya tidak lagi menyukai belajar. Bahkan beberapa anak trauma saat mendengar kata 'belajar'.
Demikianlah sedikit dari yang bisa sampaikan kali ini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung lewat no ponsel saya 081384629953, karena saya tidak bisa selalu on line.
Semoga bermanfaat.
Kita juga bisa gunakan kartu, baik yang kita buat sendiri maupun yang sudah tersedia di pasaran.
Setelah itu anak dapat diejarkan bermain merangkai huruf, misalnya bi, ca, du.
Saat mengajak anak belajar membaca, katakan bahwa kita akan mengajaknya bermain huruf.
Jika ia tertarik, akan sangat baik karena ia akan menyerap apa yang akan kita sampaikan. Namun jika ia kelihatan sedang tidak tertarik, jangan memaksanya karena akan membuatnya tidak lagi menyukai belajar. Bahkan beberapa anak trauma saat mendengar kata 'belajar'.
Demikianlah sedikit dari yang bisa sampaikan kali ini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung lewat no ponsel saya 081384629953, karena saya tidak bisa selalu on line.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar