Minggu, 01 Februari 2015

KETIKA HATI TERPAUT

Sebuah renungan #prewedding untuk seorang ikhwan (lelaki)

Saat hati terpaut pada seseorang, terbetik hasrat untuk memiliki dengan cara halal tentunya.., tapi taukah antum ( anda) ?

Menikah bukanlah mencari kesamaan, namun menyatukan perbedaan, saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Keberadaannya disampingmu bukanlah sebagai pelengkap dirimu. Dia adalah dia sendiri, dengan segala keinginan dan harapannya.

Kau akan mendapati teramat sering dia menangis meski kau bingung mengapa kau menangis. Saat ijab qabul, saat kelahiran anak kalian, saat terlalu sedih ketika ada masalah, ketika kau memarahinya, ia akan menangis. Dan mungkin kau akan diam saja, membiarkannya hingga ia berhenti menangis. Namun saat kau bersedih, ia akan segera merengkuhmu dan ikut menangis bersamamu. 

Ia takkan menangis saat kau bilang tak ada uang. Ia akan berpikir keras agar anak kalian tetap makan.Ia takkan menangis saat harus ikut berjuang mencari nafkah.

Bila engkau memberinya rumah, maka ia akan memberikan kehangatan cinta pada rumahmu.

Saat kau memberinya uang, ia akan memberimu kehidupan.

Ketika engkau memberinya beras maka ia akan mengembalikannya sebagai nasi.

Ketika engkau memberinya ketulusan cinta, maka ia akan mengabdikan dirinya untukmu.

Jika engkau menyakitinya maka kau akan dapatkan airmata sekaligus kebencian.

Jika engkau mengkhianatinya maka ia akan memberimu penderitaan.

Dia berasal dari tulang rusuk karena dia ada untuk dilindungi, bukan dari tulang kepala untuk dijadikan pemimpin,bukan juga dari tulang kaki agar berada di bawah (penindasan) atau dari tulang ekor untuk dijadikan pengikut.

Ketika engkau tergoda, ingatlah bahwa ibumu seorang wanita. Relakah engkau jika ia tersakiti ?

Baik-buruknya perilaku istrimu adalah tergantung darimu. Jika engkau bisa menjadi pemimpin yang baik, maka ia akan baik pula.

Ia sudah 'meninggalkan' rumah orangtuanya untuk hidup bersama orang yang baru dikenalnya. Akankah kau buat ia menangis dan membuatnya bingung harus ke mana saat kau menghardiknya ?

Jika kelak kau dapatkan anak darinya, bersyukurlah.Bersabarlah, maka jangan kau marah saat ia akan menghabiskan seluruh waktu dan pikirannya untuk anakmu, sehingga ia sedikit melupakanmu, tak sempat berhias untukmu, atau berbuat sesuatu yang mengecewakanmu karena ia sedang menjalankan sebuah amanat yang amat berat.

Apa yang kau inginkan terjadi pada anakmu ? Jaga perilaku, maka anakmu akan tumbuh dengan baik. Berikan nafkah halal maka anakmu akan menyelamatkanmu di akhirat kelak.

Pantaskan dirimu agar keluargamu tidak akan menyeretmu kelak ke neraka.

Allahu a'lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar