بسم الله الرحمن الرحيم
Qoul Salaf Tentang Zuhud
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Zuhud yang disyari’atkan itu adalah; dengan meninggalkan perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat kelak di negeri akhirat dan kepercayaan yang kuat tertanam di dalam hati mengenai balasan dan keutamaan yang ada di sisi Allah…
“Zuhud yang disyari’atkan itu adalah; dengan meninggalkan perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat kelak di negeri akhirat dan kepercayaan yang kuat tertanam di dalam hati mengenai balasan dan keutamaan yang ada di sisi Allah…
Adapun secara lahiriyah, segala hal yang digunakan oleh seorang hamba untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, maka meninggalkan itu semua bukan termasuk zuhud yang disyari’atkan.
Akan tetapi yang dimaksud zuhud adalah meninggalkan sikap berlebihan dalam perkara-perkara yang menyibukkan sehingga melalaikan dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, berupa makanan, pakaian, harta, dan lain sebagainya…”
lihat Mawa’izh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal. 69-70.
Yunus bin Maisarah rahimahullah berujar,
“Zuhud terhadap dunia itu bukan dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula dengan membuang harta. Tetapi zuhud terhadap dunia adalah kamu lebih yakin dan percaya kepada apa yang ada di tangan Allah 'azza wa jalla daripada apa yang ada di tanganmu.
Juga keadaan dan sikapmu sama, baik ketika ditimpa musibah atau pun tidak, serta dalam pandanganmu orang lain itu sama, baik yang memujimu atau mencelamu karena kebenaran.”
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki harta yang banyak, apakah orang itu bisa berzuhud?
Beliau menjawab, “Apabila ia tidak bangga ketika harta itu bertambah dan tidak bersedih ketika berkurang, maka dia adalah seorang yang zuhud.”
Tazkiyatun Nufus, wa Tarbiyatuha kama Yuqarrirruhu 'Ulama' as-Salaf.
Abu Nu'aim meriwayatkan dari Malik bin Dinar yang berkata,
“Orang-orang mengatakan bahwa Malik bin Dinar adalah seorang zuhud. Sesungguhnya yang zuhud itu adalah Umar bin Abdul 'Aziz yang didatangi oleh dunia, tetapi ditinggalkannya.”
Hilyatul Awliya' V/257
Join channel ❤ Tazkiyatun Nafs:
https://telegram.me/arsipTazkiyaNafs
https://telegram.me/arsipTazkiyaNafs
❤ Menata Hati
Meraih Ridha Rabbi
Meraih Ridha Rabbi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar