بسم الله الرحمن الرحيم
🌾 Baiknya Celaan dan Buruknya Pujian 🍃
🔷 Imam Ibnu Hazm Rahimahullah berkata;
Sebuah cara yang paling manjur (mujarab) untuk mendapatkan ketenangan adalah mengabaikan omongan orang dan memperhatikan ucapan Sang Pencipta Alam.
Barangsiapa yang menyangka bahwa dirinya bisa selamat dari celaan manusia, maka dia telah gila. Karena sifat manusia adalah suka mencela, tidak bersyukur, kecuali mereka yang ikhlas.
Seorang yang mencermati secara seksama isi dari celaan-sekalipun ini pahit rasanya- niscaya akan mengetahui bahwa celaan manusia kepadanya justru lebih baik daripada pujian mereka.
Maka jika ada yang mencela, diam dan renungkan kebenarannya.
Jika benar, perbaiki diri. Jika tidak, beristighfarlah agar dengan celaan yang kita terima terhapus dosa kita.
✅ Pujian, kalau memang benar (sesuai kenyataan) maka bisa menyeretnya kepada lupa daratan dan dapat menimbulkan penyakit ‘ujub (bangga diri) yang akan merusak keikhlasannya.
✅ Namun apabila pujian itu tidak benar dan dia bergembira dengannya, maka artinya dia gembira dengan kedustaan. Sungguh ini kekurangan yang sangat merugikan diri sendiri.
✅ Adapun celaan manusia, kalau memang benar (sesuai kenyataan) maka hal itu dapat memberhentikan dari perbuatan yang tercela, dan akan menjadikannya lebih baik lagi.
✅ Namun apabila celaan itu tidak benar dan dia bersabar, berarti dia akan mendapatkan keutamaan sabar dan akan mengambil pahala kebajikan dari orang yang mencelanya, sehingga dia akan menuai pahala kelak di hari kiamat dengan bersabar dan istighfarnya tersebut.
📚 Dari berbagai sumber.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar