Rabu, 18 November 2015

CERITA DI RANTAU SEORANG PENGIKUT ISIS

All about food
Cerita tentang perbekalan para 'ikhwah'

(Cerita dari yang sudah di kampung...)

1. Biasakan atau ajarkan istri memasak nasi tidak menggunakan rice cooker atau menanak nasi diatas dandang, karena di 'kampung' cara memasaknya berbeda, yaitu langsung memasak di dalam panci, sampai menjadi nasi, karena setahu kami tidak ada dandang buat kukus dan rice  cooker juga sangat jarang.

2. Bagi seafood lover, maka bersabarlah, karena di kampung tidak ditemukan atau mungkin sangat jarang, tetapi ikan air tawar bisa di temukan di kota-kota besar seperti raqqoh dan mosul.

3. Bagi pecinta masakan bersantan seperti rendang,gulai dan sejenisnya, maka biasakanlah dari sekarang untuk merubah gaya masakan dari santan kepada susu, karena sampai sekarang penulis belum menemukan kelapa tua atau kelapa yang bisa diparut, santan kaleng pun penulis temukan di mosul, sedangkan di raqqoh belum ditemukan.

4. Bagi pecinta masakan pedas, maka juga harus bersabar, karena mayoritas penduduk, tidak menyukai masakan pedas, dan berimbas di pasar-pasar kota maupun daerah, paprika lumayan banyak, cabe merah kriting belum ada, rawit merah baru penulis temukan di mosul, itupun tetap berbeda kualitas pedasnya dengan yang di indo.

5. Biasakan memasak dengan bawang bombay,karena sangat melimpah, bawang putih cenderung sedikit, dan bawang merah sangat jarang ditemukann.

6. Alhamdulillah bumbu-bumbu kering إِنْ شَاءَ اللَّهُ ada, walaupun tidak sekumplit disana.

7. Para pecinta terasi juga harus bersabar, karena tidak ditemukan.

8. Sayuran terbanyak di kampung adalah tomat, timun dan terong. Bayam, kangkung, kacang panjang, labu siam tidak ditemukan, tetapi alhamdulillah ada sebagian ummahat kita yang sudah bisa membuat sayur asem, walaupun dengan bahan seadanya seperti labu siyam diganti dengan kulit semangka.

9. Alhamdulillah buah-buahan sangat banyak, bahkan anggur sangat murah setara dengan 10000 rupiah per kg, bahkan bisa lebih murah.

10. Pencinta kecap juga wajib sabar, bahkan sangat langka. Cerita ikhwah indo yang ke syam, ketika mereka berkunjung ke mosul, sampai membuat sedikit masalah karena berebutan kecap ABC.

11. Makanan pokok di kampung adalah hubus, sejenis roti, tetapi berbeda dengan roti yang ada di indo, agak alot dan tebal.

Catatan:
Semua tulisan-tulisan diatas tidak berlaku mutlak, terutama di dalam ma'rokah, di dalam ma'rokah bisa tidak makan, bisa makan daging kuda, bisa makan makanan expired 1 tahun. Tergantung kondisi dimana, dan dengan siapa antum disana.

Semoga ada manfaatnya, mohon maaf apabila banyak kesalahan.

Bukankah islam memang menganjurkan sederhana dalam makan ? Sesungguhnya kenikmatan hidangan surga tak terbayangkan, bukan ? Maka bersabarlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar