Senin, 14 Desember 2015

SARAPAN PENYEBAB KANKER

Adakah generasi peminat kanker ?

Ya, memang ada, dan bisa jadi salah satunya ada di sekitar kita.
Sepanjang hari, terpapar makanan engandung karsinogen (pemicu kanker) dan zat kimia berbahaya lainnya.

Hanya saja, kita sendiri tidak menyadarinya.

Dimulai dari bangun tidur.
Coba lihat, apa sarapan yang paling diminati saat ini ? Bisa dipastikan salah satu bahan pelengkapnya adalah karsinogen.
Contoh ;
Daging olahan, sebagai lauk favorit andalan orang urban. Nugget, sosis, dan sejenisya, ditengarai sangat berbahaya bagi penderita kanker. Ironisnya, boro-boro pakai sayur, pelengkapnya biasanya saus tomat/sambal buatan pabrik.
Berasnya, beras oplosan (campuran beras bermutu sedang dan beras tidak bermutu/lama) yang diberi pemutih atau pewangi.

Mi instan.
Sudah diketahui bahwa terlalu banyak mengkonsumsi mi instan bisa membuat tubuh menjadi gagal program karena terdapat kandungan zat pewarna, pengawet dan pengenyal mi.
Bagaimana dengan penambahan saus cabai yang ternyata juga mengandung ketiga bahan tambahan tadi ?

Bubur ayam.
Bubur ayam terlihat sehat dan baik-baik saja, tetapi bagaimana jika dikemas menggunakan styrofoam ?
Entah tak peduli atau tak mau peduli, baik penjual maupun pembeli menghendaki makanan tersebut dibungkus dalam kotak putih mengkilat yang banyak mengandung berbagai zat berbahaya tersebut.
Belum lagi penyedap rasa yang ditambahkan dalam bubur, kuah dan sambalnya. Jangan lupa, sebagai pelengkap, ada kerupuk,  kerupuknya rata-rata berpengawet, penyedap, pewarna sintetis dan bertawas/formalin.

Saat makan siang, beruntung dengan mereka yang bisa makan nasi warteg atau warung padang, 'paling' hanya terpapar penyedap rasa yang lumayan 'gurih'.
Yang hanya ketemu mi ayam, atau sekedar gorengan ? Jauh dari kecukupan gizi.

Ada pilihan makan siang lain, yaitu ketoprak.
Sebagian penjual ketoprak, mencampur adonan lontong/ketupatnya dengan bubuk tawas, yang bisa membuat tekstur lontongnya menjadi halus, kenyal dan tidak mudah basi.
Jangan lupa, kerupuk dan tahu yang berformalin.

Malampun tiba, kira-kira makan apalagi ya ?
Kita coba pilih sate. Kondisi kandungan berbahayanya yaitu pada daging ayamnya yang saat berada dipeternakan banyak mendapat suntikan hormon, agar gemuk dan cepat besar.
Saat dibakar dengan arang, daging ayam bersentuhan dengan besi pemanggang, sampai ayam matang dan sedikit terbakar.
Makanan yang dipanggang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Ayam goreng tepung (fried chicken), digemari banyak orang, dengan kondisi ayam berhormon tinggi dan tepung yang digunakan bercampur zat perenyah dan zat aditif lain. Makannya disajikan dengan (lagi-lagi) saus.

Yang akrab dengan bakso sebagai makan siang, sama dengan mi ayam, ditambah baksonya yang (juga) diberi pengenyal dan penyedap rasa. Ditambah saus sambal, yang abal-abal pula (!)

BPOM sudah banyak meneliti dan mengawasi peredaran makanan yang mengandung berbagai zat berbahaya, namun belum banyak masyarakat yang sadar akan bahaya ini.

Buah dan sayur mayurpun telah dipapari pestisida, itulah mengapa ada orang tertentu yang hanya mau mengkonsumsi sayuran organik saja meski harganya lebih tinggi.
Ikanpun juga telah direndam dalam cairan formalin (pengawet mayat) agar tidak busuk sampai laku terjual.

Tidak semua penjual makanan yang disebutkan tadi tak peduli kesehatan konsumennya, namun sedikit juga yang sadar bahaya makanan yang dijualnya, he he.

Gantilah menu sarapan dengan ubi, pisang atau sumber karbohidrat lainnya agar sisa umur kita lebih berkualitas. Tak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki pola hidup sehat, berapapun umur kita sekarang.
Rumah sakit dan BPJS bukan solusi. Polis asuransi bukan sandaran.

Bagi ibu yang peduli masalah kesehatan keluarganya, hal ini amat meresahkan.
Mereka yang punya cukup waktupun mencoba menanam sendiri tanaman sayur meski dalam pot untuk menjaga kesehatan keluarganya.

Jangan sampai sadar setelah keluarga kita ada yang jatuh sakit. Jagalah menu dan pola makan sehat. Sehat adalah anugrah, maka jagalah baik-baik. Mendekatkan diri pada sang pencipta, Allah subhana wa ta'ala adalah sebaik-baik penyembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar