Tanpa disadari, banyak orangtua (terutama ibu, pengasuh atau keluarga/kerabat di sekitar anak karena lebih banyak berinteraksi sehari-hari di rumah), tak sengaja membiarkan anak terpapar racun yang jika masuk atau diserap dalam tubuh akan menyebabkan organ tubuh mengalami keracunan, rusak fungsinya, kanker dan berbagai penyakit degeneratif lainnya, yang diakibatkan oleh gaya hidup terkini.
Racun pembunuh serangga.
Racun dimulai dari kamar tidur, yaitu penggunaan obat nyamuk bakar, lalu anti nyamuk lain, baik yang dioles maupun disemprot.
Iklan menyesatkan menyebutkan bahwa pestisida ini 'melindungi' keluarga, padahal meracuni. Seorang ibu batuk darah seusai menyemprotkan anti nyamuk merk B. Belum lagi yang menemel di selimut, sprei dll, pasti akan terhirup.
Pelembut/vitamin rambut.
Setelah mandi, ada yang mengoleskan/menyemprotkan vitamin ke rambutnya. Kandungan zat kimia pada vitamin rambut ini menyebabkan beberapa anak mengalami pusing kepala. Hindari pemakaian terlalu sering/banyak karena zat kimia tersebut akan menyerap ke kulit kepala, seperti spon yang menyerap air.
Bedak.
Beberapa bedak tabur ada yang dipalsukan oleh oknum pembuat produk palsu. Jika bedak yang asli saja bisa menyebabkan anak alergi, bagaimana dengan yang palsu?
Pemakaian bedak tabur di pangkal paha bayi setelah bayi pup/mandi juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan penggumpalan dan penyumbatan pori. Bedak tabur mengandung pewangi, pemutih dan pengawet.
Beberapa produk bedak padat dewasa, mengandung mercury dan zat kimia berbahaya lainnya disamping kandungan yang telah disebutkan tadi.
Minyak.
Minyak wangi spray tidak dianjurkan disemprotkan pada tubuh anak, lebih baik disemprotkan pada pakaian, hindari area sekitar hidung agar meminimalisir racun yang terhirup.
Minyak telon/kayu putih ada yang mengandung kamper yang jika terserap tubuh akan menyebabkan kerusakan ginjal (hati-hati dengan v*cks vaporub)
Jajanan snack/minuman gelasan.
Harganya yang murah dan kemasannya yang cantik membuat kita lengah akan bahaya makanan ringan, minuman sachet dan kemasan cup maupun botol plastik.
Awas, botol yang berwarna gelap dan tidak transparan atau merk yang menutupi sebagian besar botol mengindikasikan ada sesuatu yang ditutupi.
Kandungan pada jajanan di ataslah yang banyak menyebabkan radang tenggorokan, bahkan kanker otak pada anak.
Susu kotak dan sejenisnya.
Jika ibu pintar, bacalah baik-baik tulisan yang terdapat di kemasan : minuman susu berperisa. Maksudnya adalah minuman berasa susu, BUKAN SUSU.
Rumor tentang bakteri pada susu bisa dipahami karena proses pembuatan susu yang memang di luar dugaan kita.
Banyaklah mencari tau tentang komposisi dari asupan yang dikonsumsi anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar