Sabtu, 26 Desember 2015

PENYEBAB HITAMNYA HATI

بسم الله الرحمن الرحيم

❤ H A T I ❤

🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

🔷Banyak Makan

🌸Sedikit makan dapat melembutkan hati, menguatkan daya pikir, membuka diri, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan, banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

💬Miqdam bin Ma'd Yakrib berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada bejana yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga dari perutnya hendaknya diisi untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, shahih)

🌸Berapa banyak kemaksiatan yang bermula dari keadaan kenyang dan berlebihan dalam makan. Berapa banyak pula ketaatan dalam keadaan sebaliknya. Maka, barangsiapa bisa menjaga keburukan perutnya ia telah menjaga diri dari keburukan yang besar. Pun, setan lebih terampil memperdaya manusia ketika perutnya dipenuhi dengan makanan. Karenanya, tersebut dalam sebuah atsar, “Persempitlah jalan setan dengan puasa!”

🌸Seringkali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat berada dalam keadaan lapar (walaupun itu memang karena tidak adanya makanan). Tetapi, bukankah Allah azza wa jalla hanya memilihkan keadaan terbaik bagi RasulNya? Itulah sebabnya Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berusaha untuk menyerupai beliau, walaupun ia mampu untuk makan apa saja. Demikian pula dengan ayahnya.

💬Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan, “Sejak masuk ke Madinah, keluarga Rasulullah belum pernah merasa kenyang oleh roti gandum selama tiga hari berturut-turuk sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari)

💬Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata, “Barangsiapa memelihara perutnya akan terpeliharalah diennya. Barangsiapa mampu menguasai rasa laparnya akan memiliki akhlak yang baik. Sesungguhnya kemaksiatan kepada Allah itu jauh dari seorang yang perutnya terlalu kenyang.

🔷Banyak Memandang

⛔Berlebihan memandang dengan mata menimbulkan anggapan indah terhadap apa yang dipandang dan bertautnya hati yang memandang kepada obyek yang dipandangnya. Selanjutnya muncullah berbagai kerusakan dalam hatinya. Diantaranya:

🔹Pertama, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

“Pandangan itu adalah panah beracun iblis. Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah azza wa jalla, Dia akan berikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan sampai bertemu denganNya.” (HR. At-Thabrani VII/63)

🔹Kedua, masuknya setan ketika seseorang memandang. Sesungguhnya masuknya setan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruang hampa.

⛔Setan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati. Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu ia nyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin melakukannya tanpa adanya gambaran wujud yang dipandangnya.

🔹Ketiga, pandangan itu menyibukkan hati, menjadikannya lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang antara keduanya. Akhirnya, urusannya pun jadi kacau, ia selalu lalai dan mengikuti hawa nafsunya.

💬Allah azza wa jalla berfirman, “Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari dzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya kacau-balau.” (QS. Al-Kahfi: 28).

⛔Demikianlah, melepaskan pandangan secara bebas mengakibatkan tiga bencana tersebut.

💬Para pakar akhlak bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur. Hati seperti ini ibarat tempat sampah yang berisikan najis, kotoran dan sisa-sisa yang menjijikkan. Ia tidak layak dihuni oleh ma'rifatullah, mahabbatullah, inabah kepadaNya, ketundukkan kepadaNya dan kegembiraan berada di dekatNya. Penghuninya adalah hal-hal yang menjadi kebalikannya.

⛔Membiarkan pandangan lepas adalah kemaksiatan kepada Allah azza wa jalla, karena firmanNya,

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30).

⛔Membiarkan pandangan bebas lepas, berarti memasukkan kegelapan ke dalam hati. Sebagaimana menundukkan pandangan karena Allah berarti memasukkan cahaya ke dalamnya.

❤Bila hati telah bersinar, berbagai amal kebajikan akan berdatangan dari berbagai penjuru untuk dilaksanakan. Sebagaimana bila ia gelap, berbagai bencana dan keburukan pun akan berdatangan dari berbagai tempat.

⛔Membiarkan pandangan lepas juga menjadikan hati buta, tidak dapat membedakan antara yang hak dari yang batil dan yang sunnah dari yang bid'ah. Tunduknya pandangan karena Allah akan membuahkan firasat yang benar yang dapat menjadi pembeda.

💬Salah seorang yang shalih berkata, “Barangsiapa mengisi lahirnya dengan mengikuti sunnah, mengisi batinnya dengan selalu bermuraqabah, menjaga pandangannya dari yang diharamkan, menjaga dirinya dari yang syubhat dan hanya memakan yang halal, firasatnya tidak akan keliru.”

❤Balasan itu setimpal dengan amal. Barangsiapa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah azza wa jalla, niscaya Allah akan mencemerlangkan cahaya bashirahnya.

🔷Berlebihan dalam Bergaul

🚫Ini adalah penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan kedengkian yang dahsyat, yang seandainya ditimpakan kepada gunung-gunung yang kokoh sekalipun, meletuslah ia. Dus, bergaul secara berlebihan (termasuk pergaulan yang berlebihan melalui media sosial; -ed) membawa kerugian dunia dan akhirat.

🌷Dalam bergaul, hendaknya kita mengklasifikasikan manusia menjadi empat. Ketidakmampuan kita untuk membedakan masing-masingnya akan membawa bencana.

1⃣ Kelompok yang saat bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ia dibutuhkan siang dan malam. Jika seseorang telah menyelesaikan keperluannya ia ditinggal, dan jika diperlukan lagi ia didatangi. Demikian seterusnya.

🌷Mereka adalah para ulama, ahli ma'rifatullah, memahami perintah-perintahNya, mengerti tipu daya musuh-musuhNya, dan memiliki ilmu tentang penyakit-penyakit hati serta obatnya.

🌷Mereka adalah orang-orang yang setia kepada Allah azza wa jalla, KitabNya, RasulNya, dan seluruh makhluk. Bergaul dengan mereka adalah keuntungan yang nyata.

2⃣ Kelompok yang saat bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi obat. Ia dibutuhkan di kala sakit. Selama Anda sehat, Anda tidak memerlukan pergaulan dengan mereka.

🍃Mereka adalah para profesional dalam urusan muamalat, bisnis, dan yang semisalnya. Anda harus bergaul dengan mereka, jika Anda ingin urusan ma'isyah Anda lancar. Jika kebutuhan Anda akan ilmu mereka telah terpenuhi, maka ketahuilah tentang:

3⃣ Kelompok yang saat bergaul dengan mereka berarti mengkonsumsi penyakit. Ada penyakit ganas yang memakan waktu yang lama untuk dapat disembuhkan. Mereka adalah orang-orang yang tidak membawa keuntungan dunia ataupun akhirat. Bahkan sebaliknya ia membawa kerugian dunia dan akhirat, atau salah satunya. Jika Anda bergaul dengannya, sesungguhnya ia adalah penyakit yang membawa kematian dan menakutkan.

🍂Ada juga penyakit yang lebih ringan. Adalah orang yang bicaranya tidak baik, tidak ada manfaatnya bagi Anda. Pun dia tidak bisa diam untuk mengambil manfaat dari Anda. Dia tidak tahu siapa dirinya sehingga mampu menempatkan pada tempatnya. Jika ia berbicara, kata-katanya ibarat sembilu mengiris hati orang-orang yang mendengarnya.

🍂Namun ia tetap bangga dengan ucapannya. Ia melakukannya kepada siapa saja yang bergaul dengannya dan menyangka bahwa ia sedang menebar minyak wangi. Dan jika ia diam, maka ia lebih berat daripada sebongkah batu. Tidak ada seorangpun yang mampu mengangkatnya, mengubah keadaannya.

4⃣ Kelompok yang saat bergaul dengan mereka adalah kebinasaan total. Mereka ibarat racun. Jika seseorang tidak sengaja memakannya itu pun sudah satu kerugian. Kelompok ini banyak sekali --semoga Allah mempersedikit jumlah mereka--.

🚫Mereka adalah ahli bid'ah dan kesesatan, penghalang sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yang selalu menyeru untuk menyelisihinya. Mereka menjadikan sunnah sebagai bid'ah dan sebaliknya.

🚫Seorang yang berakal tidaklah pantas bergaul dan berteman dengan mereka. Kalaupun dilakukan, niscaya hatinya akan sakit, bahkan mati. Semoga Allah memberikan kesehatan batin dan rahmatNya kepada kita sekalian.

🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Join channel ❤ Tazkiyatun Nafs:
👉 https://telegram.me/arsipTazkiyaNafs

❤ Menata Hati
💙 Meraih Ridha Rabbi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar