Banyak manusia terbentur masalah, terpuruk lalu terjerumus kepada syirik, kemudian mendatangi 'orang pintar'. Na'udzubillah. Si orang pintarnya bukan lulusan S3, apalagi sepandai Albert Einstein (yang digossipkan islam pada akhir hayatnya).
Si orang pintar hanyalah seorang yang kebetulan kharismatik, bicaranya mengandung sugesti yang bisa membuat korbannya mengangguk angguk. Tinggal di tempat yang kumuh, dengan sebuah kamar yang dikosongkan untuk ritualnya dengan iblis.
Lalu terjadilah pertemanan dan kerjasama dengan makhluk durhaka itu.
Sepertinya masalah selesai, padahal iblis tak akan begitu saja melepas jeratnya. Sekali terjerat, si orang tersebut akan terus bersekutu dengan jin lewat perantara dukun yang bahasa populernya guru spiritual, paranormal, atau ahli metafisika.
Apapun syaratnya, meskipun harus membunuh seseorang, memperkosa anak kandung, atau 'hanya' memelihara keris yang diyakini ada isinya. Yang penting maksud hati tercapai.
Banyak kisah tentang pesugihan, tumbal dan aneka perniknya yang belum bisa dibuktikan kebenarannya namun sudah banyak korbannya.
Salah satu kerabat saya pernah mati suri yang ternyata ia tertolak dari dunia jin karena tak sengaja mengucapkan istighfar. Sebelumnya beliau meninggal tanpa sebab yang jelas setelah beberapa waktu menikah dengan seseorang di desanya. Dikabarkan bahwa ayah dari suaminya adalah pelaku pesugihan di desanya. Ketika dalam keadaan mati, ia terdampar di alam jin, menjadi pembantu di situ. Ia melihat beberapa warga desa lainnya yang mungkin tersesat di situ, menjadi pesuruh para jin. Saat sedang memasak untuk keluarga jin tersebut, dilihatnya di periuk yang dimasaknya adalah ulat-ulat kecil berupa belatung, maka tak sadar ia beristighfar, lalu terlemparlah ia ke alam manusia dan 'hidup' kembali sehingga bisa menceritakan pengalamannya.
Kisah lainnya penulis alami saat berada di masjid, bertemu dengan dua orang ibu yang tampak bingung mencari alamat perukyah untuk ibunya yang sudah renta. Ibu mereka sering mengatakan ada ulat di lubang hidungnya dan tampak seolah selalu membersihkan ulat-ulat yang keluar dari lubang hidungnya tersebut. Entah itu adalah hasil kerja jin kafir yang mengganggu, atau Allah sedang mengujinya, allahu a'lam. Penulis menyarankan agar selalu diperdengarkan bacaan qur'an di rumah mereka.
Diantara yang berhasil dibohongi, banyak yang gagal, menjadi gila, dipenjara atau menjadi korban dukun yang cabul. Na'udzubillah.
Hadduhhh, sungguh makhluk berakal yang kehabisan akal.
Tidakkah kita menyadari, bahwa Allah subhana wa ta'ala sudah memberi kita kekuatan yang sungguh hebat, yaitu do'a.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai
penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah [2] : 153)
Rasululllah jika ditimpa masalah yang sulit juga selalu memohon pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat , sebagaimana diriwayatkan dari Huzaifah ra , ia berkata: “Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan maka beliau selalu mengerjakan shalat”
(Ahmad, Abu Dawud-Durul Mantsur).
Apapun masalah kita, maupun agar kehidupan kita sukses, bisa melalui sabar dan shalat.
Sabar, tidak mengumbar masalah pada manusia yang belum tentu bisa menolong, bahkan mengejek dan gembira dengan masalah yang menimpa kita. Apalagi mengunggahnya ke dunia maya.
Sabar, menyadari bahwa semua musibah adalah akibat ulah perbuatan tangan kita sendiri. Dan ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita menjadi lebih baik lagi.
Shalat. Shalat tidaklah sempurna jika kita tidak melaksanakan dengan ilmu. Koreksi cara shalat kita, sudahkah sesuai dengan yang disunnahkan ( dicontohkan ) rasulullah saw.
Sujudlah dengan penuh rasa butuh dan harap pada sang pencipta, penguasa dan pemelihara alam, Allah azza wa jalla.
Itulah senjata sejati tak berwujud namun dahsyat.
Jika sudah berdo'a, jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena setiap do'a akan dikabulkan, meski dalam bentuk lain yang kita tidak pahami secara logika.
Misalnya kita minta diberikan pasangan yang terbaik, lalu kita melamar seseorang yang sangat menarik hati, namun kelurganya menolak. Bisa jadi lamaran ditolak oleh keluarganya adalah kehendak Allah agar kita mendapatkan yang lebih baik dari dia.
Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian/takdir Allah.
Perbanyaklah do'a agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Allahu a'lam.
sangat bagus sekali, dan juga dapat menggugah hati. trimakasih
BalasHapusAlhamdulillah, maha besar Allah, semoga bermanfaat
Hapus